[iai-architect] China Negara Pencemar No 1 Dunia
17/04/2008 02:13 WIB
INILAH.COM, Beijing – China kini telah mengambil alih posisi Amerika
Serikat sebagai negara pencemar terbesar di dunia. Fakta ini
berdasarkan laporan ilmiah terbaru yang akan diterbitkan bulan Mei.
Seperti dilansir BBC, Rabu (16/4), penelitian ilmiah tersebut
mengindikasikan emisi gas rumah kaca di China telah ditaksir terlalu
rendah, dan mungkin melampaui kadar emisi Amerika pada periode 2006-2007.
Tim University of California akan melaporkan hasil penelitian mereka
dalam penerbitan Journal of Environment Economics and Management.
Mereka memperingatkan, pertumbuhan tak terkendali di masa datang akan
mengecilkan tingkat pengurangan emisi sebesar apa pun yang dilakukan
oleh negara-negara kaya berdasarkan Protokol Kyoto.
Meski begitu, tim tersebut mengakui ada ketidakpastian dari hasil
tersebut karena data yang digunakan berdasarkan data tahun 2004.
Hingga kini AS secara umum tetap diyakini sebagai sang “Pencemar Nomor
Satu”.
Dalam laporan tersebut, China diperingatkan, jika tidak mengubah
kebijakan energinya secara radikal, kenaikan emisi gas rumah kaca
negara itu akan mencapai beberapa kali lebih besar dari tingkat
pengurangan emisi yang dihasilkan oleh negara-negara kaya di bawah
Protokol Kyoto.
Para peneliti mengatakan, angka mereka berdasarkan data dari tingkat
provinsi yang dikeluarkan Badan Perlindungan Lingkungan Cina.
Belum ada komentar resmi dari pemerintah Cina sejauh ini. Tapi Dr Max
Auffhammer, kepala peneliti, mengatakan, proyeksinya telah
dipresentasikan di beberapa forum dan tidak satu pihak pun mengajukan
keberatan serius.
Semua yang prihatin soal perubahan iklim sepakat emisi China adalah
masalah, termasuk Cina sendiri. Namun, Cina dan banyak negara sedang
berkembang lain yang berjuang untuk mengatasi kemiskinan bersikeras
menyatakan, pengurangan emisi melalui perundingan semestinya tidak
bersifat absolut, tapi relatif terhadap skenario proyeksi pertumbuhan
“biasa”.
Itulah sebabnya penelitian ini lebih bersifat kepentingan akademis.
Secara ringkas, kendati penelitian ini tampaknya mencoreng reputasi
Cina, mungkin itu justru bagus bagi posisi tawar Cina di meja perundingan.
Cina dan PBB bersikukuh menyatakan, negara-negara kaya dengan tingkat
pencemaran per kapita tinggi harus terlebih dahulu mengurangi emisi,
dan membantu negara-negara miskin untuk berinvestasi di bidang
teknologi bersih.
Emisi per kapita Amerika lima hingga enam kali lebih tinggi dari emisi
per kepala Cina, sekalipun China telah menjadi negara ekonomi
manufaktur utama. Emisi Amerika juga masih terus tumbuh, meski jauh
lebih lambat.[L6]
http://www.inilah. com/berita. php?id=23441
