this is us..

•May 14, 2008 • Leave a Comment

The CUBEarchitect – hello there…

The CUBEarchitect

architectural service

Perumnas II Karawaci

Tangerang 15138

For more further information please call the number below:

Leri Nardo 0813. 827. 83707

(leri_nardo23@yahoo.com)

Or

M. Reza 0812. 945. 8825

(dekonstruksi@yahoo.com)


The CUBEarchitect – about us

ABOUT the CUBEarchitect

The CU BEarchitect adalah sebuah konsultan architectural service yang berorientasi kepada permasalahan bagunan (design & build). Termasuk permasalahan mekanikal dan elektrikal di dalamnya. Tidak luput juga permasalahan buiding system terapan yang sedang trend dewasa ini.

The CUBEarchitect berorientasi kepada semua tipikal bangunan, baik rumah tinggal (landed / private residence), restaurant, cafe, lounge maupun bangunan publik lainnya (rumah toko, rumah sakit, mall maupun apartment).

The CUBEarchitect lebih cenderung bergerak dalam cakupan yang lebih sempit agar nilai – nilai arsitektur dapat menyatu secara sempurna sehingga menciptakan keselarasan antar tiga komponen yang di masukkan ke dalam bangunan. Ketiga unsur itu adalah :

§ Elemen arsitektural

Elemen utama, dimana segala problem seeking dan problem solution berada disini. Cakupannya dipersempit agar tercipta suatu brainstormed disain yang matang, sehingga dapat terhindar dari perubahan yang fluktuatif pada proses pembangunan (built).

§ Elemen estetik

Elemen kedua yang ditawarkan, bertujuan untuk menselaraskan estetika dalam berarsitektur. Dalam hal ini mengolah sebuah unsur seni ke dalam arsitektur.

§ Elemen teknis

Elemen terakhir yang difungsikan untuk menciptakan sebuah perpaduan bentuk yang mempunyai nilai esensial terhadap suatu subjek arsitektural. Semisal mengolah suatu metode baru terapan yang bertujuan untuk menguatkan prinsip dasar kedua hal diatas.

Visi The CUBEarchitect adalah, bahwasanya arsitektural dapat tercipta dari pengolahan subjek yang baik, artinya sebuah subjek yang tepat dapat menciptakan suatu bentuk arsitektural yang hebat. Oleh karenanya kami sangat memperhatikan sebuah esensi dari suatu subjek, agar dapat terhindar dari missed-subject idea yang berpengaruh besar terhadap arsitektur.

Misi The CUBEarchitect adalah menciptakan suatu pandangan yang sempit tentang suatu subjek arsitektur agar sebuah objek arsitektur dapat mempunyai subjek yang tepat sesuai dengan perencanaannya dengan cara mengeksplorasi subjek secara berkala. Subjek yang baik menghasilkan objek yang luar biasa.

The CUBEarchitect – the guity party

the guilty party of The CUBEarchitect

The CUBEarchitect dikepalai oleh M. Reza Abidin sebagai Principal Design yang telah memiliki jam terbang yang cukup panjang selama masa karirnya. Sebagai principal, M. Reza Abidin sangat mengerti tentang kaidah berarsitektur secara baik dan tepat agar terhindar dari desain yang kurang mapan. Prinsip desainnya lebih kearah low-maintenance dengan unsur teknik yang sederhana agar terhindar dari kesulitan di masa yang mendatang, namun secara subjek membuat suatu objek arsitektur terlihat berbeda. Desainnya lebih ke arah minimalis – modern yang super simple dan low maintenance. Ditambah lagi dengan kaidah – kaidah teknis dalam unsur desain yang diciptakan.

The CUBEarchitect memiliki sistematis gambar kerja secara komputerisasi. Dan orang yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah R. Daud. Pengalamannya bertahun – tahun pada architect consultant telah membawa perubahan secara serius kepadanya. Mulai dari yang paling prinsip sampai yang paling kompleks, mulai dari rumah tinggal sampai dengan highrise building. R. Daud juga bertanggung jawab terhadap drafting process pada deadline yang telah ditetapkan, sehingga terhindar dari kemunduran proses kerja yang mengakibatkan pertambahan volume pekerjaan.

The CUBEarchitect juga memiliki spesialis struktur terapan, karena hal ini sangat penting terhadap suatu bentuk arsitektur. Orang yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah Alex D. Hadianto yang telah berpengalaman selama 20 tahun lebih dalam permasalahan struktur. Sebagai front lead on the field, Alex D. Hadianto bertanggung jawab terhadap proses kerja lapangan dan permasalahan kekuatan sebuah struktur dari sebuah objek arsitektur.

Secara prinsip The CUBEarchitect telah memiliki kriteria yang sempurna sebagai konsultan arsitektur. Karena semua yang ada diatas telah dimiliki oleh kami sebagai konsultan perencana, mulai dari ide, pengolahan gambar kerja sampai basic structure concept yang memadai. Sehingga klien tidak perlu khawatir akan permasalahan arsitektur yang terjadi selama dalam masa perencanaan.

The CUBEarchitect – who am i

Who Am I ?

Principal : M Reza Abidin

Director in Charge : Fx. Roy A.D

Asociated Relationship : Leri Nardo

Design Development : R. Daud

Yossi K. Andrian

David D. Julian (observer)

Gisella A. Rianty

Vika J. Sofia

Carolita Sudarman

Agus Sudana (observer)

Feri Ferdian

Hermana Permadi

Helmi Hendarwan (observer)

Mita S. Novelia A.N

Felicia Putri

Vera Rismayani

Aria Sadewo

Eva Riyani

Dwi Dinna Malik

Agus Rusmana (observer)

Trianto Satrio

Adi A. Ikhsan

Struktur : Alex D. Hadianto

Tri Kurniawan

Ikhwan Adi Prawiranegara

Yohannes J. M

Abdul Karnawan

Visualizer (3D artis) : Lounge 667

mOdOeLar

car[N]aval – injecTory

60(seConds)

The CUBEarchitect – the project FINISHED TRIP

posting dari teman..(tentang kota para milyuner)

•May 6, 2008 • Leave a Comment

1. Moscow, Russia

Number of billionaires: 74

Average net worth: $5.9 billion

While London and New York squabble over bragging rights to the
most billionaire residents, it is Moscow that now comes up on top. The
Russian capital has more billionaires than any other city in the
world. It’s a remarkable jump from 2002, when just five billionaires
lived there. Now, thanks to a boom in commodities like oil and metal,
Moscow counts 74 billionaires among its city dwellers. And compared
with other major billionaire cities, Moscow is relatively cheap.

2. New York, N.Y.

Number of billionaires: 71

Average net worth: $3.3 billion

For the first time in nearly a decade, New York falls from the top
spot. But many of the 71 billionaires populating New York’s high-rises
are the biggest names in business–from media mogul Rupert Murdoch to
real estate honcho Donald Trump. The city even has a billionaire
mayor: no wonder money is everywhere. And in a city like New York,
you’ll need it. Dinner for two at Michelin star-rated Per Se will cost
you $550. A haircut from celebrity stylist Sally Hershberger? A mere $800.

3. London, U.K.

Number of billionaires: 36

Average net worth: $4.1 billion

Thanks to the strong pound, England’s capital is teeming with
dollar billionaires. Among them: airline and media magnate Richard
Branson, cheap chic clothier Philip Green and the wealthiest resident
in Europe, steel baron Lakshmi Mittal. It would take a
billionaire- sized bank account to stay solvent in London. An average
home in the pricey Belgravia neighborhood can run into the tens of
millions. The U.K.’s richest citizen, the Duke of Westminster, is
banking on it. Through his property group and trusts, the duke owns
huge swaths of the city’s most valuable land.

4. Istanbul, Turkey

Number of billionaires: 34

Average net worth: $1.7 billion

Its waterfront location makes this Turkish city an attractive bet
for tourists and billionaires alike. Turkey has 35 billionaire
citizens, all but one of whom reside in Istanbul. The city’s
wealthiest make their money from varying sources from cellphones to
banking. But they don’t have to spend much of their fortunes to enjoy
the city. The cost of a flat in the posh Bebek neighborhood will only
set you back $5,000 a month. Maids and nannies here can be hired for
just $50 a day. Being a resident has its benefits. Visiting the city
can be far costlier. Two nights at the famed Ciragan Kempinski
Istanbul will leave you $10,000 poorer.

5. Hong Kong

Number of billionaires: 30

Average net worth: $5 billion

This former British colony has the greatest number of billionaires
of any Asian city. The absence of a capital gains tax here makes it a
thriving business hub. And plenty of billionaires have benefited. The
area’s wealthiest, Li Ka-shing (with $26.5 billion), heads Asian
telecom giant Hutchison Whampoa. His company sold a stake in an Indian
mobile group for $11 billion last year. Son Richard, trying to climb
out of Dad’s shadow, is making big bets on real estate. In 2006, he
sold the most expensive piece of land in Tokyo for $1.7 billion.

6. Los Angeles, Calif.

Number of billionaires: 24

Average net worth: $3 billion

The nation’s nexus of glitz and glamour, not surprisingly, has
billionaires from all corners of the entertainment industry–from
Academy-Award- winning director Steven Spielberg to Viacom head Sumner
Redstone. But southern California’s richest resident invests far from
Hollywood these days. Activist shareholder Kirk Kerkorian, known for
his attempted shake-ups at General Motors and Chrysler–as well as his
forays into the hotel business–is again making headlines for recently
increasing his stake in another American automaker, Ford Motor. The
bulk of his fortune is in Las Vegas gaming group MGM Mirage.

7. Mumbai, India

Number of billionaires: 20

Average net worth: $7.6 billion

Mumbai has bragging rights in our roundup as the city with the
richest billionaires. India’s center of business and culture boasts 20
billionaires with an average net worth of $7.6 billion, far
outstripping Moscow’s $5.9 billion. Though India’s wealthiest citizen
Lakshmi Mittal resides in London, two of the richest on our
billionaires list–dueling brothers Mukesh and Anil Ambani–live in
Mumbai. Mukesh, worth $43 billion in March, is richer and wants the
world to know it. He is building a 27-story home at a reported cost of
$2 billion.

8. San Francisco, Calif.

Number of billionaires: 19

Average net worth: $3.1 billion

Though the Internet bubble burst years ago, this northern
California city is still home to notable tech tycoons, including
Google founder Larry Page (he and co-founder Sergey Brin are the Bay
Area’s richest); PayPal founder and early Facebook investor Peter
Thiel; and audio giant Ray Dolby, head of Dolby Labs. Other tech
titans, such as venture capitalist John Doerr and Facebook founder
Mark Zuckerberg, live nearby in Silicon Valley.

9. Dallas, Texas

Number of billionaires: 15

Average net worth: $2.6 billion

This southern city is swimming in oil billionaires like T. Boone
Pickens and Ray Lee Hunt. But Dallas has room for Texas-sized fortunes
from all sectors. Other wealthy Dallas denizens: Mavericks owner Mark
Cuban, known more for his courtside antics than his background in
technology, and 1992 presidential spoiler H. Ross Perot, whose fortune
is derived from data supplier Perot Systems. Where do Dallas
wealthiest dine? World-class chefs like Top Chef’s Tom Colicchio and
sushi maestro Nobu Matsuhisa have set up lavish outposts in this
unlikely gourmet destination.

10. Tokyo, Japan

Number of billionaires: 15

Average net worth: $2.8 billion

Back in 1987, Tokyo was home to the richest man in the world, real
estate baron Yoshiaki Tsutsumi. In 2002, it ranked third among cities
with the most billionaires. But more recently, Japanese fortunes have
fallen far–and with them, Tokyo’s status. It now just makes the top
10. Its most prominent tycoons include such billionaires as Masayoshi
Son, founder of Japan’s leading Internet service provider SoftBank,
and Nobutada Saji, head of drinks giant Suntory.

Source:
http://www.forbes. com/2008/ 04/30/billionair es-london- moscow-biz- billies-cz_ cv_0430billiecit ies.html

See also:
http://www.forbes. com/2008/ 03/05/richest- people-billionai res-billionaires 08-cx_lk_ 0305billie_ land.html? partner=links

tentang arsitek

•May 2, 2008 • 2 Comments

ARSITEKTUR
Sumber pustaka: Oxford Advanced Learner’s Dictionary,De Architectura ,Vitruvius ; Concept Source Book by Robert T.White
dll
dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Archipeddy.Team


Terminologi
Arsitektur menurut kamus Oxford : art and science of building; design or style of building(s). adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Pengertian ini bisa lebih luas lagi, arsitektur melingkupi semua proses analisa dan perencanaan semua kebutuhan fisik bangunan,namun dalam bahasan situs ini,penulis membatasi pada pengorganisasian perancangan bangunan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu rancang interior / eksterior, rancang asesoris dan pernik-pernik produk pelengkap. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Kriteria dan Batasan
Pameo mengatakan: Architecture is silent language. Arsitektur merupakan bahasa yang tidak terucapkan ,namun dapat dimengerti para pemakainya

Buku De Architectura merupakan karya tulis rujukan paling tua yang ditulis Vitruvius, dalam buku itu diungkapkan bahwa bangunan yang baik haruslah memiliki aspek:

  • Keindahan / Estetika (Venusitas)
  • Kekuatan (Firmitas)
  • Kegunaan / Fungsi (Utilitas);

Arsitektur adalah penyeimbang dan pengatur antara ketiga unsur tersebut, dimana semua aspek memiliki porsi yang sama sehingga tidak boleh ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-disiplin ilmu, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, ekonomi,sosial,politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Diperlukan kemampuan untuk menyerap berbagai disiplin ilmu ini dan mengaplikasikannya dalam suatu sistematika yang integral.
Vitruvius menyatakan, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”. Ia pun menekankan perlunya seorang arsitek memahami sosial,kedokteran,hukum,ekonomi,filsafat, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, strukturalisme, post-strukturalisme, dan fenomenologi adalah beberapa pengaruh filsafat terhadap arsitektur.
Teori dan Praktek
Teori sangatlah penting untuk menjadi landasan acuan, walaupun juga tidak boleh mendominasi secara ekstrim. Kenyataanya, banyak arsitek mengabaikan teori dalam perencanaan dan perancangan. Vitruvius juga berkomentar:
“Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya yang didapatkan dalam proses perenungan, dalam proses mendayagunakan bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang tidak memiliki landasan teori kuat tidak akan dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya berpegang kepada “imajinasi” dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan”.
Sejarah
Arsitektur terbentuk karena adanya kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan kebutuhan ini menuntut perlakuan/cara menyikapi obyek(bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian sampai sekarang masih diterapkan di banyak tempat di dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Masyarakat lebih banyak terkonsentrasi di daerah pedesaan dan didominasi pola hidup pertanian.Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban.
Tuntutan kebutuhan masyarakat akan bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek perorangan, melainkan oleh para seniman/ ahli keterampilan bangunan yang dihimpun dalam satu asosiasi untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Renaissance (pencerahan), humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual – Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci – dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Perkembangan jaman yang diikuti revolusi berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan penemuan bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, menuntut para arsitek untuk mengadaptasi fokus dari aspek teknis bangunan kepada estetika (keindahan bentuk).
Kemudian dikenal istilah “arsitek aristokratik” yang lebih suka melayani bouwheer (owner/Client) yang kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Contohnya, Ecole des Beaux Arts di Prancis pada abad 19 mengkader calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa mengiraukan konsep yang kontekstual.
Sementara itu, Revolusi Industri menggerakkan perubahan yang sangat drastis yang membuka diri bagi masyarakat luas, sehingga estetika dapat dinikmati oleh masyarakat kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mewah, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Keadaan tersebut menimbulkan perlawanan dari seniman maupun arsitek pada awal abad ke-20, yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang mengilhami Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi bahan-bahan bangunan buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menafikan sejarah masa lalu dan cenderung menempatkan arsitektur sebagai perpaduan skill ,seni, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dikembangkan, ia merupakan sebuah elit terkemuka berlandaskan filosofis,moral, dan estetis. Konsep perencanaan kurang mengindahkan sejarah dan condong kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Peran Arsitek menjadi sangat penting dan dianggap sebagai “kepala/pimpinan”. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi massal yang sederhana dan relatif murah sehingga mudah diperoleh.
Dampaknya, bangunan di berbagai tempat memiliki bentuk yang mirip/cenderung tipikal. Tidak ada ciri khas ataupun keunikan bangunan Arsitektur Modern ini, masyarakat umum mulai jenuh menerima arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan,keseragaman, serta kesan-kesan psikologisnya. Sebagian arsitek berusaha menghilangkan kesan buruk ini dengan menampilkan Arsitektur Post-Modern yang membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengabaikan konsepnya.

Arsitektur Post Modern ini lebih dikenal sebagai arsitektur yang “mengawinkan” dua code/langgam/style. Misalnya, antara yang antik dan modern, antara maskulin (bangunan dengan struktur lebih dominan) dan feminin (kecantikan eksterior dominan ), antara western dengan timur, yang kuno dengan yang baru ,dll.

Sedangkan kalangan lain baik arsitek maupun non-arsitek menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofi atau estetika secara perorangan, melainkan haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan mengunakan teknologi untuk mewujudkan lingkungan yang dapat dihuni. Design Methodology Movement yang melibatkan tokoh-tokoh Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih terbuka dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Analisa terperinci dalam berbagai bidang seperti behaviour,habitat, environment, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.Mereka berharap bahwa arsitektur merupakan bahasa yang komprehensif untuk menjadi media antara kebutuhan dan pelaksanaan proyek.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, di kota Semarang, karya Thomas Kaarsten ,arsitek peranakan jawa-belanda banyak mendominasi bangunan Belanda di Semarang.
Kesimpulan
Bangunan adalah hasil karya manusia yang paling nyata, dan merupakan kebutuhan utama manusia. Tetapi kenyataannya, banyak sekali bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau mandor-tukang batu di negara-negara berkembang, sedang di negara maju diproduksi secara “massal” sebagai produk tipikal seperti orang memproduksi baju.
Arsitek sering disisihkan dalam pembangunan, hanya karena masalah biaya dan prosedural. Keahlian arsitek hanya dibutuhkan dalam pembangunan bangunan berskala besar, atau bangunan yang memiliki makna ekonomi/ budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur,sedangkan bangunan lain, yang dianggap sederhana ataupun berskala kecil mungkin cukup dirancang oleh mandor-mandor yang mendapatkan ilmunya dari proses pengalaman empirikal di lapangan. Peran arsitek, selalu turun-naik mengikuti perkembangan jaman, tidak pernah mendominasi dan tidak pernah terlepas dari masyarakat sebagai pribadi bebas. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan arsitek antara owner dengan arsitek, dan antara arsitek dengan bidang terkait lainnya.Dan hasilnya adalah sebuah output yang disebut arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu yang solid.

sekedar refreshing..oleh-oleh dari bandung

•May 2, 2008 • Leave a Comment

Mencari Jejak Keturunan Charles Prosper Wolff Schoemaker

March 1st, 2004

TERKADANG Tuhan memberi pertolongan melalui jalan yang tak terduga. Seperti yang terjadi ketika Perhimpunan Amatir Foto (PAF) Bandung berencana merayakan hari jadinya yang ke-80 pada Februari 2004 ini. Para pengurus PAF menginginkan agar keturunan dari salah seorang pendiri PAF, Prof.Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949), dapat hadir dalam perayaan hari jadi tersebut. Namun, yang menjadi kendala, tak seorang pun dari pengurus atau anggota PAF yang mengetahui keberadaan keturunan dari Prof. Schoemaker itu.

Walaupun tidak memiliki keterangan apa pun tentang di mana keturunan Schoemaker berada, hal itu tidak membuat gentar Solihin, salah seorang pengurus PAF. Sejak akhir Januari lalu, dengan ulet ia membuka situs genokologi di internet, untuk melacak garis keturunan Schoemaker. Ia pun menghubungi konsulat dan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia demi mendapatkan keterangan yang dibutuhkan.

Upaya Solihin menghasilkan sedikit titik terang, saat melalui internet diketahui keberadaan salah seorang keturunan Schoemaker yang tinggal di Belanda. Solihin segera menghubungi orang tersebut dan menceritakan rencana PAF, walaupun yang bersangkutan bukan keturunan langsung Wolff Schoemaker.

Tak disangka, beberapa waktu kemudian orang Belanda itu memberi tahu Solihin bahwa ada cucu langsung dari Wolff Schoemaker yang saat ini sedang berada di Jakarta. Kepada Solihin ia memberi tahu bahwa ia telah menceritakan rencana dan niat PAF untuk menghadirkan salah seorang keturunan langsung dari Wolff Schoemaker (cucu Schomaker), yang kemudian diketahui bernama Juan Schoemaker.

Juan Schoemaker ternyata sudah berada di Indonesia selama lebih dari enam bulan. Ia adalah seorang peneliti untuk Johns Hopkins University yang sedang bertugas di Indonesia. Tanpa kesulitan yang berarti Solihin akhirnya dapat menghubungi Juan Schoemaker dan menceritakan rencananya. Juan bersedia datang ke Bandung pada hari Minggu (22/2) untuk menghadiri tabur bunga di Pemakaman Kristen Pandu yang diselenggarakan oleh PAF.

Yang membuat kisah pencarian ini semakin menarik adalah ternyata tidak hanya Solihin dan PAF yang sibuk mencari keturunan Wolff Schoemaker. Juan pun ternyata sudah sejak lama mencari “akar keturunannya” yang ada di Indonesia.

Seperti dituturkan kepada “PR”, saat tabur bunga di Pemakaman Pandu, Minggu (2/2), Juan sebenarnya sangat penasaran mengenai keberadaan kakeknya atau kerabat lainnya yang ada di Indonesia. Berbagai upaya telah ia lakukan untuk menelusuri garis keturunannya, namun selalu menemukan jalan buntu. Informasi yang ia ketahui hanya sebatas bahwa Wolff Schoemaker adalah seorang arsitek dan pernah tinggal di Indonesia.

Sampai suatu saat, ia berkunjung ke New Zealand dan menginap di sebuah hotel. Kebetulan, saat itu ia bertemu dengan seorang arsitek dan mereka terlibat dalam sebuah obrolan. Secara iseng Juan menanyakan tentang Wolff Schoemaker. Orang tersebut ternyata mengenal nama Wolff Schoemaker dan memberi tahu bahwa Wolff Schoemaker merupakan arsitek ternama di Indonesia dan dimakamkan di Bandung.

Pada sebuah akhir pekan di bulan Juni 2003, Juan sengaja berkunjung ke Bandung hanya untuk mencari informasi tentang keberadaan makam kakeknya. Setiba di Bandung ia langsung menanyakan di mana letak pemakaman Kristen. Akhirnya ia dibawa ke Pemakaman Pandu. Namun, betapa kecewanya dia ketika di dalam arsip Pemakaman Pandu nama Wolff Schoemaker tidak tercatat.

Juan nyaris meninggalkan Bandung hari itu juga, namun ia merasa penasaran untuk menanyakan kepada pedagang bunga di Pemakaman Pandu. Ia berpikir siapa tahu para pedagang ini lebih tahu tentang orang-orang yang dimakamkan di Pandu. Ternyata para pedagang bunga itu memang mengetahui makam Wolff Schoemaker.

Akhirnya pencarian Juan mendapat hasil, ia dapat berdiri di hadapan pusara kakeknya, Prof.Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker di Pemakaman Pandu Bandung.

Pada bulan Agustus 2003, Juan kembali berangkat ke Indonesia. Kali ini untuk menjalankan tugasnya sebagai peneliti masalah sosial.

**

LALU bagaimana Juan Schoemaker bisa tahu PAF sedang mencari keturunan Wolff Schoemaker? Prosesnya pun terjadi secara kebetulan juga. Seperti dituliskan di atas, Juan pernah mengunjungi New Zealand dan bertemu dengan seorang arsitek. Arsitek tersebut kebetulan teman dari orang Belanda yang dihubungi Solihin. Ia memberi tahu temannya itu bahwa ada seseorang yang juga bernama belakang Schoemaker sedang mencari kakeknya yang bernama Wolff Schoemaker. Akhirnya diketahui bahwa orang Belanda itu ternyata saudara sepupu Juan. Arsitek itu kemudian memberi informasi keberadaan Juan.

Dua anggota keluarga yang pareumeun obor itu akhirnya melakukan kontak dan Juan kemudian tahu bahwa dirinya sedang “dicari” untuk menghadiri perayaan hari PAF. “Ini kedua kalinya saya datang ke makam kakek saya. Banyak kejadian yang terjadi secara kebetulan dalam perjalanan saya mencari garis keturunan dan kerabat saya. Dengan berbagai peristiwa ini membuat saya semakin bersemangat untuk terus mencari keberadaan kerabat-kerabat saya,” ujarnya.

Juan mengisahkan, ia dilahirkan di Paraguay dan sudah ditinggalkan ayahnya sejak usia tiga tahun. Ia kemudian bersekolah di Amerika Serikat dan menjadi warga negara di sana. Sejak masih muda Juan selalu penasaran tentang garis keturunannya. Yang ia tahu, ayahnya adalah keturunan Belanda yang lahir di sebuah negara bernama Indonesia, kemudian pindah ke Paraguay dan menikahi ibunya, seorang perempuan Paraguay asli. “Tetapi saya punya akar yang cukup kuat di Indonesia. Ayah saya lahir di Indonesia, kakek saya juga lahir di Indonesia, begitu juga nenek buyut saya lahir di Batavia. Saya juga merasa sangat bangga ternyata kakek saya merupakan tokoh terkenal,” tuturnya.

**

SIAPAKAH Wolff Schoemaker? Prof.Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker, selain salah seorang pendiri PAF, ia adalah seorang arsitek Belanda yang terlibat dalam membentuk wajah Bandung tempo dulu. Berbagai bangunan bersejarah di Bandung merupakan hasil karyanya. Gereja Kathedral di Jln. Merdeka, Gereja Bethel di Jln. Wastukencana, Masjid Cipaganti, Bioskop Majestic, Hotel Preanger, Gedung Asia Afrika dan Gedung PLN Bandung merupakan sebagian dari hasil karyanya. Wolff Schoemaker juga dikenal sebagai salah seorang guru Ir. Soekarno, saat proklamator kemerdekaan itu belajar di ITB.

Menurut David B. Soediono dari Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung atau Bandung Heritage, karya Wolff Schoemaker memiliki ciri-ciri khusus. Schoemaker, ujar David, selalu memasukkan unsur tradisional Indonesia ke dalam bangunan bergaya Barat. “Coba saja lihat di Bioskop Majestic, unsur tradisional terlihat relief di pintu masuknya. Contoh yang sama terlihat di Gedung Landmark,” jelasnya.

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jabar, Ir. Ridwan Kurnia, karya Schoemaker di Bandung seharusnya tetap dipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah. Menurutnya, ada beberapa karya Schoemaker yang telah diruntuhkan, termasuk bekas tempat tinggalnya di Jln. Sulanjana. Namun untung, walaupun sempat diratakan dengan tanah, pemilik baru lahan itu rela membangun kembali bangunan yang diratakan sesuai dengan aslinya setelah Ridwan memberi penjelasan tentang nilai sejarahnya. (Zaky/”PR”)***

Sumber: Pikiran Rakyat, Senin, 01 Maret 2004

[iai-architect] China Negara Pencemar No 1 Dunia

•April 18, 2008 • Leave a Comment

17/04/2008 02:13 WIB

INILAH.COM, Beijing – China kini telah mengambil alih posisi Amerika
Serikat sebagai negara pencemar terbesar di dunia. Fakta ini
berdasarkan laporan ilmiah terbaru yang akan diterbitkan bulan Mei.

Seperti dilansir BBC, Rabu (16/4), penelitian ilmiah tersebut
mengindikasikan emisi gas rumah kaca di China telah ditaksir terlalu
rendah, dan mungkin melampaui kadar emisi Amerika pada periode 2006-2007.

Tim University of California akan melaporkan hasil penelitian mereka
dalam penerbitan Journal of Environment Economics and Management.

Mereka memperingatkan, pertumbuhan tak terkendali di masa datang akan
mengecilkan tingkat pengurangan emisi sebesar apa pun yang dilakukan
oleh negara-negara kaya berdasarkan Protokol Kyoto.

Meski begitu, tim tersebut mengakui ada ketidakpastian dari hasil
tersebut karena data yang digunakan berdasarkan data tahun 2004.
Hingga kini AS secara umum tetap diyakini sebagai sang “Pencemar Nomor
Satu”.

Dalam laporan tersebut, China diperingatkan, jika tidak mengubah
kebijakan energinya secara radikal, kenaikan emisi gas rumah kaca
negara itu akan mencapai beberapa kali lebih besar dari tingkat
pengurangan emisi yang dihasilkan oleh negara-negara kaya di bawah
Protokol Kyoto.

Para peneliti mengatakan, angka mereka berdasarkan data dari tingkat
provinsi yang dikeluarkan Badan Perlindungan Lingkungan Cina.

Belum ada komentar resmi dari pemerintah Cina sejauh ini. Tapi Dr Max
Auffhammer, kepala peneliti, mengatakan, proyeksinya telah
dipresentasikan di beberapa forum dan tidak satu pihak pun mengajukan
keberatan serius.

Semua yang prihatin soal perubahan iklim sepakat emisi China adalah
masalah, termasuk Cina sendiri. Namun, Cina dan banyak negara sedang
berkembang lain yang berjuang untuk mengatasi kemiskinan bersikeras
menyatakan, pengurangan emisi melalui perundingan semestinya tidak
bersifat absolut, tapi relatif terhadap skenario proyeksi pertumbuhan
“biasa”.

Itulah sebabnya penelitian ini lebih bersifat kepentingan akademis.
Secara ringkas, kendati penelitian ini tampaknya mencoreng reputasi
Cina, mungkin itu justru bagus bagi posisi tawar Cina di meja perundingan.

Cina dan PBB bersikukuh menyatakan, negara-negara kaya dengan tingkat
pencemaran per kapita tinggi harus terlebih dahulu mengurangi emisi,
dan membantu negara-negara miskin untuk berinvestasi di bidang
teknologi bersih.

Emisi per kapita Amerika lima hingga enam kali lebih tinggi dari emisi
per kepala Cina, sekalipun China telah menjadi negara ekonomi
manufaktur utama. Emisi Amerika juga masih terus tumbuh, meski jauh
lebih lambat.[L6]

http://www.inilah. com/berita. php?id=23441

Badan Pertamanan & Kebersihan Kota Kab Ogan Ilir Dilarang DPRD Keluarkan IMB

•April 18, 2008 • Leave a Comment

Badan Pertamanan dan Kebersihan Kota Kabupaten Ogan Ilir Dilarang
Dewan Keluarkan IMB

Ditulis oleh infokito™ di/pada 17 April 2008

Komisi III DPRD Ogan Ilir melarang Badan Pertamanan dan Kebersihan
Kota (BPKK) Kabupaten Ogan Ilir mengeluarkan izin mendirikan bangunan
(IMB). Sebab, kewenangan IMB berada di tangan dinas, bukan badan
seperti BPKK.

“Hanya dinas teknis yang dapat mengeluarkan IMB,” terang Yaprudin,
anggota Komisi III dari PDIP, di Indralaya Rabu (16/4) kemarin.
Menurut dia, penilaian IMB harus dialihkan. Hal itu diketahui setelah
Dewan melakukan konsultasi dengan Bagian Otonomi Daerah. Bila badan
itu tetap diberikan izin mengeluarkan IMB, produk yang dikeluarkan itu
dapat dipertanyakan statusnya secara hukum.

Yaprudin menjelaskan, bila perizinan itu berada di sekretariat daerah,
maka yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan IMB langsung berada di
bawah bupati. Namun, bila diserahkan pada badan, kewenangan akan
berpindah pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD), berbeda dengan
dinas teknis yang ruang lingkup kewenangan lebih luas.

Kepala BPKK Kabupaten Ogan Ilir Yansen Hamid menjelaskan, pengeluaran
IMB berpegang pada nomenklatur dan struktur badan, yaitu adanya kepala
bidang tata kota dan mendapat verifikasi dari Gubernur Sumsel.

“Kalau memang ada dasar yang kuat, tentu kami akan mengikuti, seperti
IUJK (izin usaha jasa konstruksi), sudah kami kembalikan ke instansi
teknis. Namun, IMB siapa yang mengurusnya? “tandas dia.

Yansen menegaskan, pihaknya tetap akan melaksanakan tugas dan
kewajiban mengeluarkan IMB sesuai ketentuan tersebut. Dia mengaku
tidak terpengaruh dengan pernyataan anggota Komisi III terkait
kewenangan IMB.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Ogan
Ilir M Husni Thamrin menegaskan, saat ini pembuatan IMB tetap pada
BPKK sesuai aturan tata letak kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Mengenai pendapat dari anggota Komisi III, pihaknya akan
menindaklanjuti masalah itu dengan membicarakannya kembali dengan
pihak terkait serta mengkajinya secara hukum, terkait status dan
wewenang untuk mengeluarkan IMB. (muhlis/SINDO)

http://infokito. wordpress. com/2008/ 04/17/badan- pertamanan- dan-kebersihan- kota-kabupaten- ogan-ilir- dilarang- dewan-keluarkan- imb/

__._,_.___

pekerjaan arsitek afterPLAN

•April 15, 2008 • Leave a Comment

terbalik kok ya?A. Tahap Konsepsi Perencanaan, antara lain meliputi :

§ Mengumpulkan serta mengolah data
dan informasi lapangan

§ Menyusun program kerja yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan yang didasarkan kepada Kerangka Acuan Kerja ( KAK )

§ Menerima data dari :

- Dinas Tata Kota setempat untuk mendapatkan informasi tentang rambu-rambu rencana pembangunan Rumah Tinggal sesuai dengan Advis Planning dan Blok Plan.

- Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan setempat untuk memperoleh informasi tentang syarat-syarat design Arsitektur, Struktur dan ME agar pembangunan Rumah tinggal mendapat Izin Pendahuluan (IP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Penggunaan Bangunan (IPB).

B. Tahap Penyusunan Rencana, antara lain meliputi :

§ Membuat rencana tapak

§ Membuat pra rencana

§ Membuat perkiraan rencana biaya

§ Membantu Pemilik Proyek dalam mempersiapkan Advis Planning dan Blok Plan dari Dinas Tata Kota, Izin Pendahuluan (IP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan serta Izin Membangun Prasarana (IMP) dari Dinas Pekerjaan Umum.

C. Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan antara lain meliputi :

§ Menyusun konsepsi perencanaan secara keseluruhan ditinjau dari keselarasan sistem yang terkandung di dalamnya.

§ Menyiapkan sistim-sistim konstruksi/struktur bangunan dan instalasi teknik (elektrikal).

§ Membuat penjelasan secara garis besar bahan-bahan bangunan yang akan dipakai

§ Membuat perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan

D. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan, antara lain meliputi :

§ Membuat uraian detail mengenai rencana arsitektur, rencana struktur, rencana utilitas lengkap

§ Membuat gambar-gambar detail pelaksanaan

§ Membuat rincian volume pekerjaan dan rencana anggaran biaya

Konsultan Perencana harus melaporkan hasil pekerjaan perencanaan pembangunan ini sesuai tahapan pekerjaan pada butir (a) sampai dengan (d) tersebut diatas tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja kepada pemberi tugas.

HASIL PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN/PERANCANGAN

Tahap Perencanaan terdiri dari :

a. Konsep Perencanaan, yang didukung data-data dan informasi lapangan serta data-data dan informasi dari Instansi terkait

b. Gambar Site Plan

c. Gambar Blok Plan

d. Gambar Denah

e. Gambar Tampak dan Potongan

f. Gambar 3 dimensi (modeling)

g. Gambar Detail arsitektur

- Rencana lantai dan detail

- Rencana plafond dan detail

- Detail tangga

- Rencana kusen, pintu, jendela dan detail

h. Gambar Struktur lengkap

- Rencana pondasi

- Balok dan pembalokan

- Atap dan kuda-kuda

i. Gambar ME lengkap

- Titik lampu

- Saklar, stop kontak

- Pembagian zona listrik

j. Gambar Plumbing

- Rencana air kotor

- Rencana air bersih

- Rencana jalur kotoran dan septic tank + sumur resapan

k. Spesifikasi bahan bangunan yang dipergunakan untuk Pembangunan Rumah Tinggal

l. Rencana Anggaran Biaya ( Enginer Estimate ) (pekerjaan addendum)

Semua keterangan diatas adalah kelengkapan dari produk yang dihasilkan oleh arsitek yang berhak pemberi tugas dapatkan, dengan ketentuan perhitungan biaya atau fee jasa arsitek yang tercantum di buku panduan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) misal untuk pekerjaan perancangan bangunan rumah tinggal adalah 7% dari nilai total RAB (Rencana Anggaran Biaya)

base on: buku panduan IAI

tentang bisnis PROPERTI INDONESIA..

•April 15, 2008 • Leave a Comment

JAKARTA – Indonesia akan masuk daftar negara pemilik bangunan pencakar langit tertinggi di dunia. Hal itu menyusul rencana raksasa properti Lippo Group membangun The St Moritz, proyek hunian terintegrasi di areal seluas 135 hektare di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Ikon di kompleks prestisius itu adalah menara 56 lantai yang diklaim akan menjadi bangunan tertinggi di Indonesia.

“The St Moritz akan jadi ikon baru di Indonesia karena mencakup 17 gedung pencakar langit yang salah satunya mempunyai 65 lantai,” ujar Direktur Lippo Karawaci Michael Riady saat jumpa pers The St Moritz Penthouse and Residences kemarin (3/4).

Bangunan tertinggi di Indonesia saat ini adalah Peak Tower yang memiliki 55 lantai, disusul gedung BNI 46 yang juga memiliki 55 lantai. Di negara tetangga, gedung Petronas Malaysia lebih tinggi lagi dengan 88 lantai. Bangunan tertinggi di dunia akan dicapai Burj Dubai yang menyelesaikan konstruksi setinggi 850 meter akhir tahun ini.

Michael menegaskan, bangunan tertinggi itu digunakan untuk ruang perkantoran khusus bagi perusahaan-perusahaan papan atas yang masuk jajaran Top 500 Fortunes Companies. “Karena ini gedungnya kelas atas, jadi pemakainya harus kelas atas juga dong,” ujarnya.

Bangunan tertinggi dan terbesar di Indonesia itu diperkirakan menyedot investasi hingga USD 1,2 miliar (Rp 11 triliun). Kawasan terintegrasi dengan konsep vertikal tersebut dibangun dengan menggabungkan berbagai kelengkapan dan fasilitas umum sebanyak yang berstandar internasional dengan konsep 11-in-1. “Beberapa konsultan berkelas internasional akan dilibatkan,” terangnya.

PT Lippo Karawaci adalah anak bisnis Grup Lippo, milik taipan Mochtar Riady, yang bergerak di bisnis properti dengan nilai aset USD 1,1 miliar dan pendapatan USD 227 miliar pada 2007. Kota mandiri itu akan dibangun di atas tanah seluas 150 kali lapangan sepak bola. “Bukan hanya itu. Di dalamnya nanti juga berdiri kantor penjualan (sales building) properti terbesar se-Asia dengan luas 14 ribu meter persegi setinggi tujuh lantai,” tandasnya.

Michael yakin, The St Moritz tidak akan dapat disejajarkan dengan proyek properti lain di Indonesia. Perencanaan wilayahnya dibuat per blok, menyerupai kota kosmopolitan lain di dunia seperti London, New York. Mengenai dana Rp 11 triliun, Michael menyebut seluruhnya dari dana internal perseroan. “Dari dua pembiayaan, yaitu kas perusahaan dan pre-sales (penjualan tahap awal) sudah bisa menutupi investasi,” terangnya.

Menurut dia, pre-sales proyek-proyek yang dibangun Lippo Karawavi bisa menjadi andalan pembiayaan. Sebab, masyarakat menilai proyek buatan Lippo bisa dipercaya dan selalu menjadi aset investasi yang menguntungkan. Peletakan batu pertama megaproyek itu dilakukan di kuartal ketiga tahun ini. “Sekaligus kita lakukan pre-launching untuk menjual unit-unit apartemennya,” tambahnya.

Dalam tahap awal akan dibangun tiga tower apartemen, yaitu The St Moritz, The St Tropez, dan The St Monaco dalam 2,5 tahun. Ketiga apartemen tersebut dibangun dengan eksklusif dan private. The St Moritz hanya berisi empat unit apartemen per lantai. Kemudian The St Tropez akan berisi enam unit per lantai, dan The St Monaco berisi delapan unit per lantai.

Michael menyebutkan, The St Moritz akan dihuni sekitar 20 ribu orang, dan 13 ribu orang akan tinggal di apartemen. Di dalamnya akan berdiri gedung-gedung lain, seperti pusat perbelanjaan seluas 45 hektare, hotel berbintang lima dengan 500 kamar eksklusif yang akan dikelola Aryaduta, dan Convention Centre seluas enam hektare. “Selain itu, juga ada Siloam Hospital, Cinema 21, fasilitas fitnes, dan landasan helikopter (helipad),” jelasnya. (wir)

Ditulis pada April 3, 2008 oleh hilda alexander
Gebrakan Grup Lippo di sektor properti memang dahsyat. Melalui PT Lippo Karawaci Tbk., kelompok usaha milik klan Mochtar Riady ini giat mengembangkan proyek-proyek terbaru bernilai triliunan rupiah. Bukan sembarang proyek dan juga bukan sembarang kalkulasi bisnis, Lippo melansir kebanggaan baru yang kian meneguhkan eksistensi dan prestisnya sebagai salah satu raja properti Tanah Air

Seakan tak mau kalah dengan konglomerat properti lainnya macam PT Bakrieland Development Tbk., yang memelopori pengembangan sentra primer timur Jakarta di Pulo Gebang, Lippo secara resmi membesut dan menyulap sentra primer barat Jakarta di Puri Kembangan dengan proyek bertajuk The St. Moritz Penthouse and Residences pada 3 April 2008, di Aryadutta Hotel, Jakarta. Proyek senilai Rp11 triliun (1,2 miliar USD) ini mengusung konsep global city yang menghimpun lebih dari 11 fasilitas dan fungsi properti dalam satu area pengembangan secara integral.

The St Moritz Penthouse and Residences menempati area premium seluas 12 Ha di CBD Jakarta Bara. “Ini merupakan proyek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berkonsep 11 in 1. Mengintegrasikan konsep kota baru vertikal dengan infrastruktur berstandar global, serta fasilitas umum yang dirancang sesuai komunitas internasional,” klaim Direktur PT Lippo Karawaci Tbk., Michael Riady.

Benarkah? Mari kita kuliti satu persatu. The St. Moritz Penthouse and Residences akan dibangun dalam 3 tahap pembangunan. Terdiri atas 2.600 unit apartemen, mal eksklusif seluas 450.000 m2 yang di dalamnya terdapat sarana hiburan sea world. Selain itu direncanakan pula hotel bintang lima berkapasitas 500 kamar dan dioperatori Aryadutta Group, convention center seluas 6.000 m2, country club dan spa 2.500 m2, dan wedding chappel.

Yang menarik, akan dibangun satu menara perkantoran setinggi 65 lantai berstatus strata title. Menara perkantoran ini didedikasikan untuk perusahaan-perusahaan yang masuk jajaran Top 500 Fortune Companies. Dengan demikian, ketinggian menara perkantoran ini mengalahkan gedung tertinggi di Indonesia yakni menara BNI 46.

Selain itu, terdapat juga fasilitas-fasilitas umum dan sosial lainnya macam sekolah yang dikelola oleh Yayasan Pelita Harapan, kolam renang ukuran olimpik, Rumah Sakit Siloam Gleaneagles, dan landasan helikopter. Total seluruh luas bangunan adalah 1 juta m2.

Pengembangan The St Moritz akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama mencakup 3 tower apartemen yang diluncurkan secara simultan. Mereka adalah The St. Moritz, The St Tropez, dan St. Monaco. Menara St Moritz merupakan apartemen paling eksklusif dan dijual secara terbatas untuk masyarakat kelas premium. Harganya dimulai dari 1 juta dolar AS per unit dengan ukuran 300 m2. Karena itulah dinamakan St Moritz Penthouse.

Sedangkan St Tropez dan St Monaco dijual seharga 90.000-300.000 dolar AS dengan ukuran mulai dari 150 m2-300 m2. Untuk St Tropez, setiap lantainya hanya terdiri atas 4 unit, sementara St Monaco diisi 6 unit/lantai.

Ketiganya dijadwalkan selesai pada kuartal kedua 2010 dan kuartal pertama 2011. Sementara pengembangan keseluruhan diproyeksikan selesai dalam lima tahun ke depan.

Dilihat dari fakta dan angka tersebut jelas, The St. Moritz Penthouse and Residences merupakan mega proyek yang memenuhi syarat citus, altius dan fortius (swifter, higher, and stronger). Jika dibandingkan dengan mega proyek lainnya macam Ciputra World Jakarta atau superblok Podomoro City, Lippo boleh berbangga.

Ciputra World Jakarta yang juga menempati area seluas lebih kurang 11 Ha, hanya menghimpun kurang dari 10 gedung vertikal. Begitupula dengan Podomoro City. Sementara The St. Moritz Penthouse and Residences akan mencakup 17 skyscrapers (gedung pencakar langit) dengan total perimeter sepanjang 2,5 km.

The St. Moritz Penthouse and Residences hanya bisa ditandingi oleh Rasuna Epicentrum. Dilihat dari total investasi, keduanya setara. Hanya, PT Bakrieland Development Tbk., belum mengeluarkan angka resmi, berapa nilai investasi totalnya.

Global city yang dirancang oleh urban planner Gordon Benton ini menawarkan konsep kehidupan serba modern. Mulai dari pemanfaatan teknologi water recycling untuk memenuhi kebutuhan para penghuni dan tenan, juga pengelolaan waste water treatmentnya. “Teknologi ini memungkinkan penghuni mengkonsumsi air yang kita olah sendiri,” ujar Benton.

Adapun motivasi PT Lippo Karawaci Tbk., menggarap sentra primer barat Jakarta adalah pertama lokasinya strategis. Perusahaan ini mengakuisisi lahan yang sebelumnya milik PT Metropolitan Kentjana. Berada di intersection jalur Jakarta Outer Ring Road(JORR) Seksi Barat dam Tol Tomang-Kebun Jeruk. Serta dekat dengan jalur Tol Bandara Soekarno Hatta. “Lokasi kami memiliki toll access sendiri,” ujar Michael.

Dus, harga lahan dan properti di sini masih relatif lebih rendah dibanding di kawasan lainnya. Jadi, nilai propertinya akan terus bergerak naik seiring dilakukannya pembangunan The St. Moritz.

Yang berkelas dari Sahid Perdana dan The Financial Tower

Banyak gedung berkelas yang telah muncul di Indonesia. Tapi kini giliran menara kembar Sahid Perdana dan menara perkantoran The Financial Tower yang unjuk kehebatan dan sensasional.

Sahid Perdana berlokasi di Sahid City Superblok di Bilangan Sudirman, Jakarta Pusat. Sementara The Financial Tower berada di kawasan Rasuna Epicentrum, Bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Keduanya tak aral melintang, akan masuk dalam profil proyek properti terbaik yang akan masuk dalam buku laris Architecture@07, bersama karya-karya arsitektur di Asia Tenggara, China, dan Australia. Buku itu sedianya akan beredar secara regional pada September depan.

Menurut penilaian BCI Asia, lembaga riset dan konsultan konstruksi regional yang menerbitkan buku itu, keduanya merupakan rancangan desain arsitektur Indonesia yang sangat maju sehingga layak mewakili Indonesia bersama karya-karya arsitektur di Asia Tenggara, China, dan Australia.

Keduanya memang masih dalam perancangan, tapi dalam tataran konsep dan kualitas arsitektur dinilai sangat baik.

Menara kembar Sahid Perdana terdiri dari 50 lantai hotel bintang lima dan 45 lantai gedung perkantoran dengan fasilitas modern mendukung kawasan superblok hunian diantara kesibukan aktivitas bisnis.

Sementara itu, The Financial Tower merupakan bentuk bangunan rangkaian cincin panel komposit alumunium berbentuk elips pada fa‡ade menara 12 lantai.

Dan, di belakang kedua proyek itu tampil, arsitek muda yang lagi naik daun, Ridwan Kamil, dari Urbane Indonesia.

Ridwan berkolaborasi dengan rekan-rekan arsiteknya dalam mewujudkan desain kedua proyek itu.

Menurut Dian Putra, Senior Riset dan Pengembangan BCI Asia kantor perwakilan Indonesia, kehebatan kedua desain arsitektur kedua proyek itu berakar pada kekuatan filosofi budaya lokal atau negeri sendiri.

222 Proyek

Dia membandingkan selama periode 2005 hingga medio 2007, BCI Asia mencatat 222 proyek gedung tinggi baru memasuki tahapan konstruksi, bahkan sebagian sudah beroperasi di kota-kota utama Indonesia, dengan lokasi sebagian besar tentunya di Jakarta.

Gedung di Indonesia dibangun dengan berbagai bentuk arsitektur, yang memiliki karakteristik masing-masing. Namun, tambahnya, dari begitu banyak bangunan yang sudah terbangun dan beroperasi, belum ada satu pun yang dibanggakan oleh warga Jakarta, apalagi bangsa Indonesia.

Tidak ada seperti halnya Menara Petronas di Kuala Lumpur yang menjadi simbol kemakmuran dan kerja keras serta nasionalisme bangsa Malaysia dan menjadi kebanggaan seluruh bangsa dan telah termasyhur di seluruh dunia.

Indonesia sudah 62 tahun merdeka, bukannya tidak mampu membangun. Terbukti sudah triliunan rupiah sudah ditanamkan dalam berbagai bangunan properti, baik berupa pusat belanja, pusat perdagangan, hunian apartemen, pusat kesenangan dan perkantoran.

Barulah desain menara Sahid Perdana dan The Financial Tower yang akan mencapai level kualitas internasional dengan kekuatan filosofi budaya lokal.

Sahid Perdana dikembangkan oleh PT Sahid Inti Dinamika itu, memiliki ruang pamer berukuran medium dan pusat pertunjukan kesenian yang diapit oleh menara kembar, dirancang untuk menjadi tempat penyelenggaraan pameran internasional, pementasan seni atau orkestra.

Sebuah fasilitas spa “spa in the sky” dirancang sebagai jembatan penghubung antargedung.

Desain menara berakar dari budaya jawa yang diwujudkan filosofi lotus kembar ke dalam bentuk elips menara. Filosofi lotus berdasarkan budaya Jawa sebagai simbol dua orang yang diarahkan oleh nilai-nilai religi yang kuat dalam situasi apapun.

Ridwan bersama rekannya, A.D. Tardiyana, merancang kulit menara dibagi oleh dua tampilan dinding tirai.

Dari lantai podium ke lantai 30 menampakkan menara dibalut kulit futuristik dan dari lantai 31 ke ujung menara dibungkus oleh tirai bermotif batik, yang menunjukkan sejarah panjang budaya batik jawa.

Pada gedung yang memiliki ketinggian hingga 210 meter ini, akan dibangun lantai penghubung ke gedung-gedung di sekitarnya yang berada dalam sebuah kawasan superblok, seperti Sahid Jaya Hotel, Istana Sahid Apartment, Sahid Sudirman Residence, Sahid Office Boutique dan Sahid Sahirman Memorial Hospital.

Lantai dasar dirancang untuk kafe, rumah makan dan butik fashion untuk menarik aktivitas masyarakat yang ada di jalan. Secara maraton proyek ini akan mulai memasuki tahap konstruksi pada awal 2008, dan diharapkan selesai pada akhir 2009.

Sementara itu, The Financial Tower merupakan rancangan gedung yang menyimbolkan visi optimisme industri keuangan Indonesia.

Arsitektur didesain dengan mengilap, berteknologi tinggi dan juga berbentuk aerodinamis.

Menurut Dian, gedung itu dirancang Ridwan Kamil bersama arsitek Rizal Muslimin dengan bendera firma arsitektur, Urbane Indonesia.

Dalam rancangan proyek itu, lanjutnya, konsep bangunan ramah lingkungan diterapkan seperti halnya pada rancangan untuk podium.

Taman dibangun menanjak, dari dasar atap podium dilapisi dengan penutup dasar berupa taman hijau. Ini menjadi simbol adanya keseimbangan antara teknologi modern dan kepedulian lingkungan.

Bangunannya yang berbentuk rangkaian cincin panel komposit alumunium berbentuk elips pada fa‡ade menara 12 lantai, merupakan analogi tumpukan uang koin, simbol pertumbuhan keuangan.

Menara melayang di tengah atap podium memberikan ruang anjungan dan caf‚ untuk orang duduk, bersantai dan menikmati hari dengan secangkir kopi.

Guna mendukung aktivitas keuangan, lantai atas disiapkan untuk ruang kesepakatan yang dirancang dengan teknologi seni yang tinggi.

Sementara itu, lantai dasar dirancang dengan konsep tanah lapang, menara menyatu dengan city walk dan area pejalan kaki di tepi sungai atau danau buatan.

Menurut BCI Asia, sebagai kebanggaan bangsa, dua proyek itu dapat menjadi tujuan wisata baru baik bagi warga kota, warga bangsa dan wisatawan mancanegara serta menjadi inspirasi bagi kemakmuran bersama. (irsad.sati@bisnis.co.id)

Oleh Irsad Sati
Wartawan Bisnis Indonesia

JAKARTA, Investor Daily

Setelah tertunda karena terpaan krisis ekonomi moneter, PT Ciputra Development Tbk melalui anak usahanya, PT Ciputra Adigraha, memutuskan melanjutkan pembangunan superblok Ciputra World di Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, pada November 2007. Ciputra World merupakan nama baru dari Grand Mall Ciputra yang tertunda pembangunannya karena terpaan krisis ekonomi moneter, dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan, Grand Mall Ciputra dirancang sejak tahun 1996, tetapi tak dilanjutkan akibat terpaan krisis ekonomi moneter pada paruh kedua 1997. “Setelah tertunda beberapa lama, akhirnya manajemen perseroan memutuskan untuk melanjutkan proyek tersebut,” ujar Tulus kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (5/7).

Ciputra Adigraha menganggarkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk merealisasikan superblok itu. Sumber dana investasi berasal dari kas internal perusahaan sebesar 30% dari total investasi, dan sisanya dari dana pihak ketiga seperti pinjaman perbankan dan hasil presale .

Ciputra Adigraha merupakan perusahaan patungan antara Ciputra Development dengan kepemilikan saham sebesar 70%, Peninsula Group asal Hong Kong (20%), dan Natsteel Corporation asal Singapura (10%).

Rampung 2010

Pembangunan Ciputra World dibagi dalam dua tahap yang keseluruhan ditargetkan rampung pada akhir 2010. Saat ini, Ciputra Adigraha sedang mematangkan desain Ciputra World yang akan dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare (ha).

“Desain final kami harapkan selesai dalam satu dua bulan ini. Di Ciputra World, desain bangunannya akan bercirikan modern building dengan konsep green architecture dan hemat energi. Kami menggunakan RTKL Associates Inc dari Amerika Serikat sebagai konsultan desain dan arsitek ,” kata Tulus.

Tulus menjelaskan, pihaknya pada tahap pertama akan membangun mal lima lantai dengan luas 100.000 m². Kios-kios di dalam mal dipasarkan dengan sistem sewa pada kisaran harga US$ 40 per m² . “Pembangunan tahap pertama diharapkan selesai akhir 2009,” ujar dia.

Tahap kedua, kata Tulus, pihaknya akan membangun satu menara apartemen, hotel, dan gedung perkantoran. Ketiga bangunan yang masing-masing berketinggian 20 lantai tersebut merupakan satu kesatuan bangunan vertikal dengan bangunan mal. Bangunan mal menopang gedung apartemen, hotel dan perkantoran.

Ciputra akan membangun apartemen yang terdiri atas 400 unit apartemen dengan luas berkisar 150-400 m²per unit. Sebagian unit apartemen diperuntukkan sebagai apartemen servis.

Seperti halnya mal, semua ruang perkantoran seluas 40.000 m² di Ciputra World akan dipasarkan dengan sistem sewa. “Untuk hotel, kami akan membangun hotel bintang lima dengan jumlah kamar sekitar 200-300 unit. Pembangunan tahap kedua diharapkan selesai pada akhir 2010,” jelas Tulus.

Tulus optimistis Ciputra World akan diterima oleh pasar. Optimisme itu didasarkan pada prediksi bahwa bisnis properti tahun 2008 akan lebih bagus dibanding tahun ini. Prediksi itu didasarkan pada tren terjaganya inflasi yang rendah, penurunan BI rate yang diharapkan akan ikut menekan suku bunga kredit properti, maupun pertumbuhan ekonomi yang moderat di Indonesia.

Ketika disinggung mengenai peta persaingan bisnis properti di daerah Jakarta Selatan, Tulus menjawab ringan, ”Bisnis properti itu kalau semakin banyak pemainnya semakin bagus. Karena saling terintegrasi,” ujar dia.

Bangkitnya ‘Sang Raksasa’

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda berpendapat, keputusan Grup Ciputra untuk kembali eksis mengembangkan megaproyek ibarat kata ‘bangkitnya kembali sang raksasa properti’.

“Dua tahun belakangan ini sebenarnya Grup Ciputra sedang konsolidasi keuangan. Mereka telah menyiapkan dana tersebut jauh-jauh hari,” kata Ali.
Ali pun menilai, superblok yang akan dibangun Ciputra di daerah Jakarta Selatan tetap prospektif. Sebab, di kawasan tersebut kebutuhan terhadap area komersial masih cukup tinggi.

“Apalagi, selama ini publik tahu bahwa Grup Ciputra kuat akan jaringan hotel dan malnya. Namun, sebaiknya proyek tersebut dilakukan secara bertahap, dan harus dengan konsep yang jelas dan beda. Proyek tersebut harus segera dibangun sebelum over value ,” ujar dia.

Ali menyarankan, pembangunan superblok tersebut harus memperhatikan masalah kapasitas jalan raya. Maksudnya, jika Ciputra tidak membangun akses jalan, yang timbul adalah kemacetan yang semakin menjadi-jadi.

Di kawasan Mega Kuningan, dalam amatan Ali, tidak banyak pengembang besar yang bermain. Kalau toh ada, itu sebatas konsorsium. “Setahu saya pengembang besarnya hanya ada, yakni Grup Dua Mutiara yang dipimpin oleh Tan Kian dengan proyek Ritz Carlton-nya. Dan yang baru akan masuk adalah Grup Pakuwon dengan Kota Kasablanka,” jelas dia. (her)

——————————————————————————-

The Ciputra World Jakarta, which is expected to cost about Rp 4.2 trillion to build, will be developed in stages over a period of between three and seven years. Construction will commence by the end of this year.

The 558,000 square meter Ciputra World superblock will be built on an 11-hectare plot in the heart of the city’s “Golden Triangle”, linking Jl. H.R. Rasuna Said, Jl. Jendral Sudirman and Jl. Gatot Subroto.

“The project will be developed in three phases. The first two are expected to be completed by 2010, while the date for the third has still not been decided. But it shouldn’t take longer than 2012,” company director Artadinata Djangkar said.

enggarap dua proyek superblok pada areal 22 hektare yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Dua proyek itu adalah Kemang Village (Jaksel) dan Paragon City (Jakbar).

Viven G. Sitiabudi, Presiden Direktur Lippo Karawaci, mengatakan Kemang Village dan Paragon City akan diluncurkan pada kuartal IV tahun ini.

“Kedua proyek ini sangat istimewa karena konsepnya mencerminkan integrasi area komersial, hunian, pendidikan, kesehatan dan entertainment yang saat ini telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat metropolitan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.

Viven tidak menyebutkan lebih lanjut soal berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan kedua proyek tersebut.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Perusahaan Lippo Karawaci Danang Kemayan Jati mengatakan proyek itu akan menjadi proyek prestisius di Jakarta dengan investasi triliunan rupiah.

Saat ditanyakan beberapa lama proyek itu akan dikerjakan, Danang memperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mengembangkannya.

Soal nilai investasi di kedua proyek itu, dia tidak menyebutkannya secara eksplisit. Tapi menurut dia, perusahaan akan menggunakan dana Rp2,3 triliun dari hasil penerbitan obligasi di luar negeri untuk pengembangan proyek tersebut.

“Dana obligasi dolar lalu [US$250 juta] akan dipakai untuk membiayai proyek ini dan akan ditambah dengan hasil dana penjualan pre-sale [penjualan di muka] proyek itu,” katanya.

Melihat proyek sejenis yang pernah dikembangkan pengembang, diperkirakan kedua proyek baru Lippo itu akan menelan investasi paling sedikit Rp5 triliun, bahkan bisa jauh lebih besar dari angka ini kalau skala dan level proyek itu masuk kelompok premium.

Presdir Lippo Karawaci menjelaskan proyek superblok Kemang Village terdiri dari pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, rumah sakit dan SOHO (small office home office) dengan luas area yang akan dikembangkan sekitar 11 hektare.

Sementara itu, proyek Paragon City terdiri dari apartemen, apartemen & hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit serta ruang konvensi dengan luas yang sama dengan Kemang Village.

Cadangan lahan

Viven mengatakan pihaknya saat ini memiliki cadangan lahan pengembangan mencapai 1.951 ha, a.l. terdapat di Lippo Karawaci seluas 422 ha, Lippo Cikarang (1.086 ha), Tanjung Bunga, Makassar (419 ha), Puncak Resort (20 ha) dan Royal Serpong Village, dan Tangerang seluas 4 ha.

Lebih jauh, tuturnya, perusahaan sedang dalam tahap pengerjaan beberapa proyek hunian maupun retael di lahan itu.

Dia memberi contoh pengembangan perumahan estate Espana Residence seluas 4,6 ha di Makassar. Kemudian perumahan Vassa Residence di Lippo Cikarang. “Begitupun di Medan, proyek pembangunan hotel dengan 200 kamar sedang dikerjakan. Di Depok segera dikembangkan pula proyek apartemen.”

Dia menambahkan salah satu proyek besar yang telah dalam penggarapan adalah superblok City of Tomorrow.

Menurut dia, perkembangan proyek itu memperlihatkan tahap kemajuan yang signifikan yang diyakini selesai pada waktunya sehingga bisa beroperasi mulai Juli tahun depan. (irsad.sati@bisnis.co.id)

JAKARTA, Investor Daily
PT Lippo Karawaci Tbk akan mulai mengembangkan proyek multifungsi (mixed use) Kemang Village kuartal III 2006. Proyek yang berlokasi di Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan itu berdiri pada lahan seluas dua hektare.

Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli mengatakan, proyek Kemang Village terdiri atas kondominium, hotel, dan pusat perbelanjaan. Proyek kondominium akan diberi nama Apartemen Kemang Village, proyek hotel diberi nama Hotel Aryaduta Regency, dan pusat perbelanjaan Kemang Village.

Jopy berharap, proses konstruksi dan pemasaran proyek tersebut bisa dimulai pertengahan tahun ini. “Kami perkirakan, September nanti Kemang Village mulai dipasarkan. Kalau bisa lebih cepat dari bulan itu, misalnya Juli, kami sangat bersyukur,” ujar Jopy kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (3/6) malam.

Berdasarkan data yang dirilis perusahaan konsultan properti PT Building & Construction Interchange (BCI) Asia yang diterima Investor Daily belum lama ini, Kemang Village terdiri atas proyek pusat perbelanjaan dengan luas bangunan 10.969 m² dan kondominium yang memiliki luas bangunan 51.415 m².

Selain itu, Lippo akan membangun hotel 200 kamar tidur. Luas bangunan hotel ini diperkirakan mencapai 13.398 m². “Hotel tersebut nantinya dikelola oleh Aryaduta,” ujar Jopy.

Untuk membangun proyek prestisius tersebut, Lippo dikabarkan menyiapkan dana sedikitnya Rp 400 miliar. Dikonfirmasi soal besaran investasi perusahaan tersebut pada proyek ini, Jopy mengaku belum bisa menyebutkan. “Nilainya masih kami hitung, bisa kurang atau lebih dari nilai (Rp 400 miliar, red) itu,” ujar dia.

Sebelumnya, Lippo juga tengah mempersiapkan pengembangan kawasan multifungsi Grand Paragon City di kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat. Proyek yang dibangun di lahan seluas kurang lebih empat hektare ini diperkirakan menelan investasi hingga Rp 600 miliar. Di kawasan itu nantinya berdiri sejumlah bangunan properti seperti hotel, apartemen, mal dan rumah toko. Untuk mengembangkan Grand Paragon City, Lippo menggandeng DP Architects PTE LTD sebagai tim ahli yang menangani arsitektur.

Medium High
Jopy mengungkapkan, pangsa pasar yang dibidik Lippo Karawaci dalam mengembangkan Kemang Village adalah kelas medium high. Selain itu, Lippo juga mengincar konsumen yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.

“Rental value untuk kawasan ini sangat bagus. Jadi, sebenarnya banyak orang yang ingin tinggal di daerah Jakarta Selatan, terutama Kemang. Kami memprediksi, khusus kondominium pangsanya lokal dan ekspatriat terbagi dua,” ujar Jopy.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelijen Properti (PSIP) Ali Tranghanda mengatakan, langkah Grup Lippo ekspansi ke kawasan sekitar Kemang sangat strategis. “Kawasan Prapanca itu sangat strategis setelah Pondok Indah overvalue,” ujar dia.

Ali menyebutkan, konsep properti multifungsi Lippo Karawaci dalam membangun Kemang Village akan memikat konsumen. Selain areal proyek tersebut masuk ke dalam pengembangan kawasan Kemang, harga tanah di sana relatif murah dibandingkan di Jalan Kemang Raya. Dia memprediksi harga tanah di Jalan Prapanca saat ini sekitar Rp 4 juta per m², sedangkan di Kemang mencapai Rp 5-6 juta per m².

“Karena itu, sebelum terjadi limitasi pasar properti di kawasan ini, Lippo harus buru-buru membangun proyeknya. Saya dengar, Grup Agung Podomoro juga membidik Kemang,” ujar Ali.

Berdasarkan catatan Investor Daily, saat ini Grup Lippo mengelola sejumlah proyek properti baru, mulai dari pengembangan kawasan hunian di Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang, pembangunan proyek multifungsi City of Tomorrow di Surabaya, Binjai Supermal, Grand Palladium di dan kawasan hunian terpadu di Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan. (c82)

Investasi Menarik di Lokasi Strategis

JAKARTA – Menyusul pengembangan kawasan Setiabudi di Jakarta Pusat, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) meluncurkan Setiabudi Residence, sebuah apartemen strata title untuk kalangan menengah atas (medium upper). Ini merupakan langkah awal dari rencana besar JSI membangun kawasan terpadu Komplek Mega Setiabudi. Pasalnya, di kawasan yang sama telah berdiri properti berkelas seperti entertainment center Setiabudi Building 1 dan 2, Setiabudi Atrium, Apartemen Setiabudi dan Apartemen Kuningan. Bahkan di masa mendatang direncanakan dibangun hotel dan perkantoran.
Setiabudi Residence berlokasi di area yang sebelumnya dipakai sebagai lahan parkir Setiabudi Building di Jl.HR Rasuna Said. Pembangunan dimulai awal tahun 2005 dengan menggandeng Shimizu (Jepang) sebagai kontraktor utama.
Menurut Ryan Adrian, General Manager Marketing JSI, Setiabudi Residence terdiri dari dua tower berbentuk huruf L dengan total unit sebanyak 300 unit apartemen, mulai dari ukuran 82 meter persegi hingga 149 meter persegi.
“Target pasar kami ada tiga yaitu eksekutif dan profesional, para pensiunan dan company atau institusi. Dari ketiga segmen ini kami targetkan 50 persen dari eksekutif dan profesional, 25 persen pensiunan dan sisanya dari institusi,“ jelas Ryan.
Demi menyesuaikan fasilitas yang ada dengan market yang dibidik, Setiabudi Residence katanya, menyediakan sky lounge di lantai paling atas. Di situ akan dibangun beragam fasilitas seperti gymnasium, kolam renang, treatment counter, pub & lounge, meeting room dan lainnya. Dengan adanya sky lounge diharapkan penghuni mendapatkan kemewahan.
Ryan menambahkan, Setiabudi Residence direncanakan dibangun dalam 27 lantai ditambah tiga lantai basement. Menilik lokasi yang strategis dan fasilitas yang ada, pembeli Setiabudi Residence mendapat pilihan investasi yang cukup menarik. (rvs)

QUESTION & ANSWER

•April 15, 2008 • Leave a Comment

punya pertanyaan seputar dunia arsitektural dan desain perencanaan?

silahkan kirim pertanyaan anda disini…

atau

dapat bertanya langsung via

email di dekonstruksi@yahoo.com

regards,

M. Reza

principal the CUBEarchitect

sekilas tentang the CUBEarchitect

•April 15, 2008 • Leave a Comment

the CUBE architect adalah sebuah badan perusahaan yang bergerak di bidang rancang bangun. mulai dari proses desain sampai pada tahapan – tahapan persetujuan pembangunan. intinya kami selaku konsultan mewujudkan keinginan anda semaksimal mungkin.

beberapa proses perancangan diantaranya adalah:

||||||||||||||||||||||CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA|||||||||||||||||||||||||||||

ANTARA

[___]

DENGAN

[___]

PEKERJAAN PERENCANAN ARSITEKTUR GEDUNG MAL (INTERIOR)

[___]

DI [___]


Nomor : [___]

Pada hari ini [___], tanggal [___], bulan [___] tahun [___] ([___]-[___]-[___]), yang bertanda tangan di bawah ini :

I. [___] yang didirikan dengan Akte Notaris [___], SH Nomor [___] tanggal [___-___-___] di [___], yang berkedudukan di [___] No. [___], dan telah sah sebagai Badan Hukum Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman & HAM RI Nomor [___] tanggal [___] dan telah diundangkan dalam Lembaran Negara RI Nomor [___] tanggal [___], dan dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasarnya, oleh:

Nama : [___]

Jabatan : [___]

Yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

II. [___], berdasarkan Akte Notaris [___], SH No. [___], yang berkedudukan di Jalan [___], dan telah sah sebagai Badan Hukum Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman & HAM RI Nomor [___] tanggal [___] dan telah diundangkan dalam Lembaran Negara RI Nomor [___] tanggal [___], dan dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasarnya dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasarnya, oleh:

Nama : [___]

Jabatan : [___]

Yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA

Para Pihak terlebih dahulu menerangkan:

· PIHAK PERTAMA adalah Badan Hukum yang membangun dan mengelola Proyek [___] yang berlokasi di jalan [___] (selanjutnya disebut sebagai “PROYEK”).

· PIHAK PERTAMA selaku Pengelola dan Pembangun PROYEK dalam melakukan proses pembangunan PROYEK tersebut membutuhkan tenaga konsultan untuk Perencanaan Arsitektur Dalam Gedung Mal (Interior) atas PROYEK tersebut.

· Untuk melaksanakan maksud tersebut, PIHAK PERTAMA telah menunjuk PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai tenaga Konsultan Perencanaan Arsitektur Dalam Gedung Mal (Interior) PROYEK dan untuk hal tersebut PIHAK KEDUA telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan Pekerjaan tersebut.

· Selanjutnya berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kedua belah pihak menyatakan sepakat dan setuju untuk mengadakan Perjanjian Kerja untuk Perencanaan Arsitektur Dalam Gedung Mal (Interior) PROYEK (Untuk selanjutnya disebut “Perjanjian Kerja”) dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini:

Pasal 1

TUGAS DAN LINGKUP PEKERJAAN

1. PIHAK PERTAMA dengan ini memberi tugas/pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini telah mengakui dan menerima pekerjaan dari PIHAK PERTAMA serta menyatakan bersedia untuk menerima tugas/pekerjaan dan sanggup untuk melaksanakan Perencanaan Arsitektur Dalam Gedung Mal (Interior) PROYEK.

2. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan tugas/pekerjaan sebagaimana tersebut pada ayat 1 diatas, meliputi:

2.1. Data Proyek

§ Nama Proyek : [___]

§ Lokasi Proyek : [___]

§ Jenis Bangunan : Gedung Mal

§ Jumlah Lantai : Basement 2 Lapis.

Mal 3 Lapis.

Dengan rincian:

P2 : Parkir……………… = [___] M2.

Lantai P1 : Parkir…………………. = [___] M2.

Lobby ………………… = [___] M2.

Lantai Dasar…..Hypermarket……… = [___] M2

Pertokoan……………… = [___] M2.

Teras / Entrance……….. = [___] M2.

Lantai Satu ……Dept.Store …………….. = [___] M2.

Restaurant …………….. = [___] M2.

Pertokoan …………….. = [___] M2.

Ruang Konvensi………. = [___] M2.

Lantai Dua ……Book.Store …………….. = [___] M2.

Pertokoan …………….. = [___] M2.

Business Centre …….. = [___] M2.

Services ………………. = [___] M2.

2.2. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaaan PIHAK KEDUA yang merupakan kewajiban dalam lingkup pekerjaan Perencanaan Arsitektur Gedung Mal (Interior), yaitu

Khusus untuk Area dalam Gedung Mal :

· Lantai P2 dan P1;

· Lantai Dasar;

· Lantai Satu;

· Lantai Dua;

· Lantai Tiga (Dak,Penutup Atap dan Lantai Dua )

Yang meliputi pekerjaan:

i. Denah/Layout Peruntukan Ruang;
Denah Pola Lantai dan Detail;

ii. Denah Plafond dan Detail;

iii. Denah Toilet dan Janitor;

iv. Detail Tangga;

v. Detail Void dan Railing;

vi. Detail Kusen,Pintu dan Kaca (diluar façade/batas tepi luar gedung);

vii. Detail Sky Light Void Escalator;

viii. Membantu MK/QS menyusun Bill of Item;

ix. Memberikan penjelasan masalah Interior kepada Peserta Tender.

Yang tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan :

i. Entrance Hotel dalam Area P1;

ii. Semua interior toko/restaurant/food kios;

iii. Green House/Landscape;

iv. Area Pre Function dan Ruang VIP, IPB Convention Centre dan Ruang Seminar Lantai Satu;

v. Area Business Centre dan Office Lantai Dua;

vi. Area Hotel dari Lantai Tiga hingga Lantai Delapan.

Pasal 2

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Jangka waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dinyatakan telah selesai oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana tersebut pada Pasal 1 Perjanjian ini terhitung mulai tanggal [___] sampai dengan [___].

2. Waktu penyelesaian tersebut di atas tidak dapat dirubah oleh PIHAK KEDUA, kecuali adanya keadaan memaksa (force majeure) seperti yang disebut pada pasal 6 Perjanjian Kerja ini atau adanya perintah penambahan pekerjaan sebagaimana ditentukan pada pasal 3 ayat 2 Perjanjian Kerja ini.

Pasal 3

MASA PEMELIHARAAN

1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pemeliharaan (maintenanance) hasil pekerjaannya selama [___] ([___]) hari kalender, terhitung sejak tanggal penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA.

2. Selama masa pemeliharaan tersebut terdapat pelaksanaan Pekerjaan yang belum sempurna, maka PIHAK KEDUA wajib melaksanakan penyempurnaan pekerjaannya sehingga dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA, Apabila PIHAK KEDUA tidak tidak melaksanakan penyempurnaan pekerjaan tersebut dengan baik, maka PIHAK PERTAMA berhak menunjuk Pihak Ketiga atau pihak lain untuk melaksanakan hal-hal tersebut dengan ketentuan tidak mengurangi kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab dari PIHAK KEDUA dan atas biaya penyempurnaan pekerjaaan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA yang akan dipotong atau diperhitungkan oleh PIHAK PERTAMA dari Harga Pembayaran seperti tersebut di bawah ini.

Pasal 4

HARGA PEMBAYARAN DAN TAHAP PEMBAYARANNYA

1. Atas prestasi PIHAK KEDUA melaksanakana Pekerjaan Perencanaan Struktur Pembangunan PROYEK sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA berkewajiban membayar kepada PIHAK KEDUA sejumlah uang sebesar Rp. [___],- ([___] Rupiah (Untuk selanjutnya disebut Harga Pembayaran), dimana Harga Pembayaran tersebut belum termasuk biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar [___]% ([___] persen) atau jumlah lain yang ditentukan oleh peraturan Pemerintah yang berlaku.

2. Pembayaran Harga Pembayaran sebagaimana dimaksud ayat 1 diatas oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA akan dilaksanakan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:

· Pembayaran Tahap ke 1

Pembayaran tahap ke 1 yang dapat dikatakan juga sebagai pembayaran uang muka sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran setelah Perjanjian Kerja ini ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

· Pembayaran Tahap ke 2

Pembayaran tahap ke 2 sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran setelah Pekerjaan dalam Tahap Perencanaan Awal telah selesai dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

· Pembayaran Tahap ke 3

Pembayaran tahap ke 3 sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran setelah Pekerjaan dalam Tahap Pelaksanaan/Perencanaan Detail telah selesai dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

· Pembayaran Tahap ke 4

Pembayaran tahap ke 4 sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran setelah Pekerjaan dalam Tahap Tender telah selesai dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

Pembayaran Tahap ke 5

Pembayaran tahap ke 5 sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran setelah Masa Pemeliharaan berakhir dan/atau setelah Penyempurnaan Pekerjaan dalam Masa Pemeliharaan telah selesai dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

Pasal 5

DENDA KETERLAMBATAN

1. Apabila PIHAK KEDUA terlambat atau lalai menyerahkan pekerjaan dan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 Perjanjian Kerja ini dan terbukti bahwa keterlambatan tersebut atas kesalahan PIHAK KEDUA, sehingga mengakibatkan tertundanya pekerjaan fisik pembangunan PROYEK oleh Kontraktor dan Sub-kontraktor, maka atas keterlambatan dan kelalaiannya tersebut, PIHAK KEDUA wajib membayar denda atau ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA sebesar [___]0/00 ([___] permil) dengan maksimal sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran seperti tersebut dalam Pasal 4 ayat 1 Perjanjian Kerja ini.

2. Apabila PIHAK PERTAMA terlambat atau lalai menyerahkan Harga Pembayaran atas hasil pekerjaan PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat 1 Perjanjian Kerja ini dan terbukti bahwa keterlambatan tersebut atas kesalahan PIHAKPERTAMA, maka atas keterlambatan dan kelalaiannya tersebut, PIHAK PERTAMA wajib membayar denda atau ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA sebesar [___]0/00 ([___] permil) dengan maksimal sebesar [___]% ([___] persen) dari Harga Pembayaran.

3. Setiap pelaksanaan pembayaran denda atau ganti rugi sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 Pasal ini wajib dimuat dalam Berita Acara Serah Terima tersendiri dan pembayaran denda atau ganti rugi tersebut akan diperhitungkan pada Harga Pembayaran yang ditetapkan.

4. Jika denda atau ganti rugi telah mencapai di atas [___]% ([___] persen) ternyata PIHAK KEDUA tetap melakukan keterlambatan/kelalaian maka akan berlaku ketentuan Pasal 7 Perjanjian ini.

Pasal 6

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang termasuk dalam keadaan memaksa (force majeure) adalah akibat-akibat dari kejadian-kejadian seperti berikut:

· Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, angin topan dan banjir);

· Kebakaran;

· Keadaan perang, huru-hara, pemberontakan dan epidemi;

· Kebijaksanaan Pemerintah di bidang moneter dan dengan diterbitkannya petunjuk pelaksanaan yang berkaitan dengan jasa konstruksi.

Yang secara keseluruhan ada hubungan langsung dengan penyelesaian pekerjaan Perencanaan Arsitek Gedung Mal (Interior) dalam PROYEK.

2. Apabila terjadi keadaan memaksa (force majeure) sebagaimana tersebut pada ayat 1 di atas, PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu [___] ([___]) hari kalender sejak terjadinya keadaan memaksa (force majeure) tersebut, dengan melampirkan Surat Keterangan dari penguasa/pemerintah setempat untuk dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA, demikian juga pada waktu keadaan memaksa (force majeure) berakhir.

3. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis keadaan memaksa (force majeure) itu dalam jangka waktu [___] x 24 jam, sejak diterimanya pemberitahuan tersebut.

4. Jika dalam waktu [___] x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” (force majeure) tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberi jawaban maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat “keadaan memaksa” (force majeure) tersebut.

Pasal 7

PEMUTUSAN PERJANJIAN

1. PIHAK PERTAMA berhak secara dan seketika dan seketika tanpa diperlukannya suatu keputusan hakim memutuskan Perjanjian ini setelah terlebih dahulu melakukan teguran tertulis sebanyak tiga kali berturut-turut kepada PIHAK KEDUA, dalam hal PIHAK KEDUA:

a. Setelah [___] ([___]) hari kalender terhitung sejak adanya pemberitahuan tertulis dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaannya sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Kerja ini belum atau tidak memulai melaksanakan pekerjaan.

b. Denda atau ganti rugi sebagi kelalaian atau keterlambatan menyerahkan pekerjaan telah mencapai jumlah di atas [___]% ([___] persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 4 perjanjian ini.

c. Tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA, telah menyerahkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada Pihak Ketiga.

2. Pemutusan perjanjian sebagaimana tersebut pada ayat 1 di atas cukup disampaikan secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dan kedua belah pihak setuju untuk melepaskan haknya sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata tentang pemutusan/ pembatalan perjanjian.

3. Dalam hal terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana tersebut pada ayat 1 di atas, PIHAK PERTAMA berhak menunjuk Pihak Ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, atas biaya PIHAK KEDUA, dan untuk itu PIHAK KEDUA wajib menyerahkan seluruh Dokumen-dokumen, perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan yang berhubung dengan pelaksanaan pekerjaan.

Pasal 8

LAPORAN DAN BUKU HARIAN

1. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala dalam bentuk Buku Harian (Daily Report) baik mengenai pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini.

2. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 1 ayat 2 Perjanjian ini dalam bentuk Buku Harian (Progress Daily Report), dan jika diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk keperluan pemeriksaan sewaktu-waktu dapat diserahkan.

Pasal 9

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Dalam hal terjadinya perselisihan mengenai penafsiran dan pelaksanaan dari Perjanjian ini, kedua belah pihak sedapat mungkin menyelesaikannya secara musyawarah dan mufakat.

2. Apabila penyelesaian secara musyawarah dan mufakat tidak berhasil dicapai, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan atas timbulnya perselisihan melalui Pengadilan Negeri dan untuk itu kedua belah pihak sepakat memilih domisili hukum yang umum dan tetap pada Kantor Pengadilan Negeri [___]di [___] sesuai dengan Jurisdiksi atas PROYEK.

Pasal 10

KEBIJAKAN PEMERINTAH

Apabila Pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan/peraturan yang baru baik di bidang moneter atau kebijakan dibidang lainnya yang kemungkinan akan berpengaruh langsung terhadap Harga Pembayaran, maka kedua belah pihak sepakat untuk tidak merubah kesepakatan mengenai Harga Pembayaran seperti termaksud dalam Pasal 4 ayat 1 Perjanjian Kerja ini.

Pasal 11

PEMBERITAHUAN

Segala pemberitahuan atau permintaan, yang diperlukan atau diijinkan untuk disampaikan atau dibuat, hendaknya dibuat secara tertulis dan pemberitahuan tersebut hendaknya dikirimkan secara perorangan atau melalui pos tercatat, dan dianggap telah disampaikan kepada yang bersangkutan dengan adanya tanda terima. Pemberitahuan atau permintaan tersebut hendaknya dikirmkan kepada alamat berikut:

PIHAK PERTAMA : [___]

Jl. [___],

[___].

PIHAK KEDUA : [___]

Jl. [___],

[___]

Pasal 12

LAIN–LAIN

Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Perjanjian Kerja ini akan diatur kemudian atas dasar permufakatan bersama kedua belah pihak yang akan dituangkan dalam bentuk surat atau Perjanjian Tambahan/Addendum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

Pasal 13

PENUTUP

1. Perjanjian Kerja ini mulai berlaku dan mengikat kedua belah pihak sejak tanggal ditandatanganinya Perjanjian Kerja oleh kedua belah pihak.

2. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan dibubuhi materai masing-masing sebesar Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah) guna memenuhi persyaratan pelunasan Pajak Dokumen. Rangkap pertama dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan rangkap kedua dipegang oleh PIHAK KEDUA.

Demikian Perjanjian Kerja ini dibuat pada tempat, tanggal seperti tersebut pada awal Perjanjian Kerja ini.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

[___] [___]

Ir. [___] [___]

Direktur Direktur

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.